Halaman

Kamis, 08 November 2012

Paragraf Naratif

PARAGRAF NARATIF

Memahami Paragraf Narasi

Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian.
Dalam karangan atau paragraf narasi terdapat alur cerita, tokoh, setting, dan konflik. Paragraf naratif tidak memiliki kalimat utama.

Paragraf naratif disusun dengan merangkaikan peristiwa-peristiwa yang berurutan atau secara kronologis. Tujuannya, pembaca diharapkan seolah-olah mengalami sendiri peristiwa yang diceritakan Contoh : novel, cerpen, drama.

Paragraf narasi dibedakan atas dua jenis, yaitu narasi ekspositoris dan narasi sugestif.

Paragraf narasi ekspositoris berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat.

Paragraf narasi sugestif adalah paragraf yang berisi rangkaian peristiwa yang disusun sedemikian rupa seehingga merangsang daya khayal pembaca, tentang peristiwa tersebut.
Jenis paragraf digunakan untuk menjelaskan suatu rangkaian peristiwa (kisah) atau proses.

Urutan peristiwa atau proses dapat dipahami dengan mudah jika gagasan ditulis secara berurutan.
Untuk menunjukkan urutan dan hubungan antar peristiwa atau proses digunakan kata hubung antar kalimat; misalnya pertama, kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, selanjutnya, sesudah itu, berikutnya.

Paragraf narasi ekspositoris berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat.

Paragraf narasi sugestif adalah paragraf yang berisi rangkaian peristiwa yang disusun sedemikian rupa seehingga merangsang daya khayal pembaca, tentang peristiwa tersebut
Karakteristik Paragraf Narasi

Narasi adalah cerita yang didasarkan pada urutan suatu kejadian atau peristiwa. Di dalam kejadian itu, ada tokoh atau beberapa tokoh yang mengalami suatu atau serangkaian konflik atau pertikaian. Kejadian, tokoh dan konflik ini merupakan unsur pokok sebuah narasi dan ketiganya secara kesatuan bisa disebut plot atau alur. Dengan demikian, narasi adalah cerita berdasarkan alur.
Narasi bisa berisi fakta, fiksi atau rekaan. Narasi yang berisi fakta adalah biografi, otobiografi, kisah-kisah sejati, dan lain-lain yang bisa ditemukan di media massa. Narasi yang bersifat fiksi sering disebut novel, cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, dan lain-lain.

Struktur Paragraf Narasi

Pola pengembangan narasi secara runtut dapat dibagi menjadi lima bagian:

Awal/ Pengenalan ( memperkenalkan tokoh-tokoh dan memberi latar

belakang )

Komplikasi ( pertikaian yang menjurus ke konflik )

Konflik

Klimaks ( konflik yang paling menentukan )

Penyelesaian ( bagian akhir )




Ciri-ciri Paragraf Narasi
Secara Umum
1. Adanya unsur perbuatan atau tindakan.
2. Adanya unsur rangkaian waktu dan informatif.
3. Adanya sudut pandang penulis.
4. Menggunakan urutan waktu dan tempat yang berhubungan secara kausalitas.
5. Terdapat unsur tokoh yang digambarkan dengan memiliki karakter atau perwatakan yang jelas.
6. Terdapat latar tempat, waktu, dan suasana.
7. Mempunyai alur atau plot.

Narasi Ekspositoris/Non Fiktif
1. Memperluas pengetahuan
2. Menyampaikan informasi mengenai suatu kejadian.
3. Didasarkan pada penalaran untuk mencapai kesepakatan rasional
4. Bahasanya lebih condong ke bahasa informatif dengan titik berat pada penggunaan kata-kata denotatif.

Narasi Sugestif/Fiktif
1. Menyampaikan suatu makna atau suatu amanat yang tersirat.
2. Menimbulkan daya khayal.
3. Penalaran hanya berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan makna, sehingga penalaran dapat dilanggar.
4. Bahasanya lebih condong ke bahasa figuratif dengan menitikberatkan penggunaan kata-kata konotatif.
5. Banyak menggunakan majas/gaya bahasa.
Menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa
Kalian tentu pernah mengarang. Nah, langkah setelah menentukan topik karangan adalah membuat kerangka karangan. Adapun, langkah-langkah menyusun kerangka karangan adalah sebagai berikut. Mencatat semua ide Langkah ini dilakukan setelah penentuan topik karangan. Dalam langkah ini, semua ide yang muncul berkenaan dengan topik karangan, diinventarisasi tanpa kecuali. Menyeleksi ide-ide Langkah selanjutnya adalah menyeleksi ide yang telah dicatat. Dasar penyeleksian adalah : a. relevan tidaknya ide dengan topik/tujuan karangan, b. penting-tidaknya ide tersebut untuk dibahas, c. dikuasai-tidaknya ide tersebut oleh penulis, dan d. ada-tidaknya data atau bahan penunjang untuk membahasnya. Mengurutkan dan mengelompokkan ide-ide secara tepat Langkah penyeleksian bertujuan untuk menentukan ketepatan ide-ide dengan topik karangan. Akan tetapi, langkah ini belum menjamin kelogisan hubungan antara ide-idenya. Untuk itulah diperlukan langkah pengurutan dan pengelompokan. Ide-ide yang berdekatan, disatukan pada topik atau pada rumusan ide yang lebih luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar